KKepulauan Seribu Kabar
Sejarah & Budaya Lokal

Menyusuri Jejak Sejarah Benteng Martello yang Terlupakan di Pulau Kelor

Menelusuri sejarah Benteng Martello di Pulau Kelor yang terlupakan, sambil menyingkap potensi pariwisata budaya di Kepulauan Seribu pada tahun 2025–2026.

Menyusuri Jejak Sejarah Benteng Martello yang Terlupakan di Pulau Kelor

Ringkasan Cepat

  • Benteng Martello dibangun oleh Belanda pada abad ke-19 sebagai bagian dari sistem pertahanan laut.
  • Lokasinya di Pulau Kelor, Kepulauan Seribu, menawarkan pemandangan laut yang memukau.
  • Sejak 2025, pemerintah mulai merenovasi benteng untuk kepentingan pariwisata budaya.
  • Pengunjung dapat menyaksikan reruntuhan benteng dan menikmati sejarah kolonial yang terpendam.
  • Akses ke Pulau Kelor menggunakan kapal dari Marina Ancol dengan biaya relatif terjangkau.

Sejarah Benteng Martello di Pulau Kelor

Benteng Martello di Pulau Kelor merupakan salah satu peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada abad ke-19. Benteng ini dirancang sebagai bagian dari sistem pertahanan laut untuk melindungi Batavia (sekarang Jakarta) dari serangan musuh. Meski kini hanya tersisa reruntuhan, benteng ini menyimpan cerita sejarah yang menarik. Pada tahun 2025, pemerintah mulai melirik potensi wisata budaya benteng ini dengan melakukan renovasi terbatas untuk melestarikan strukturnya.

Potensi Wisata Budaya yang Terpendam

Selain sejarahnya yang kaya, Benteng Martello menawarkan pemandangan laut yang spektakuler dari puncak bukit Pulau Kelor. Pemerintah Kepulauan Seribu mulai mempromosikan benteng ini sebagai destinasi wisata budaya sejak 2026. Pengunjung bisa menjelajahi reruntuhan benteng sambil menikmati panorama Teluk Jakarta. Fasilitas seperti jalur trekking dan informasi sejarah mulai ditambahkan untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.

Cara Menuju Pulau Kelor dan Tips Berkunjung

Untuk mencapai Pulau Kelor, pengunjung bisa menggunakan kapal dari Marina Ancol dengan biaya sekitar Rp150.000–Rp200.000 per orang. Pulau ini biasanya ramai pada akhir pekan, namun tetap tenang di hari kerja. Disarankan membawa air minum dan perlengkapan perlindungan dari matahari karena fasilitas di pulau masih terbatas. Pastikan juga untuk menghormati situs sejarah dengan tidak merusak atau mengambil bagian dari reruntuhan benteng.

Tonton Video

Sering Ditanyakan

Apakah Benteng Martello masih utuh?

Tidak, Benteng Martello kini hanya berupa reruntuhan, namun strukturnya masih bisa dilihat dan dieksplorasi.

Berapa biaya untuk mengunjungi Pulau Kelor?

Biaya kapal dari Marina Ancol ke Pulau Kelor berkisar antara Rp150.000–Rp200.000 per orang.

Apakah ada fasilitas wisata di Pulau Kelor?

Fasilitas di Pulau Kelor masih terbatas, namun ada jalur trekking dan informasi sejarah yang tersedia.

Kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Benteng Martello?

Waktu terbaik adalah pagi atau sore hari untuk menghindari terik matahari dan menikmati pemandangan yang lebih jelas.